Polres Klaten bersama BPBD Kabupaten Klaten, BBWS Bengawan Solo, unsur SAR, relawan, dan berbagai instansi terkait melaksanakan kerja bakti gotong royong perbaikan tanggul jebol di wilayah Kecamatan Cawas. Kegiatan tersebut difokuskan pada dua titik tanggul yang rusak akibat meluapnya Sungai Dengkeng sehingga merendam area pertanian dan permukiman warga, Jumat (6/3/2026).
Personel gabungan dibagi menjadi dua kelompok untuk mempercepat proses penanganan. Kelompok pertama menangani tanggul jebol di Dukuh Padon, Desa Japanan yang dipimpin Kapolsek Cawas AKP Umar Mustofa, S.H., M.H., sementara kelompok kedua melakukan perbaikan tanggul di Dukuh Jetakan RT 01 RW 05, Desa Bawak yang dipimpin Kapolsek Juwiring AKP Nuril. Masing-masing kelompok dipimpin langsung oleh pejabat kepolisian setempat guna memastikan koordinasi dan efektivitas kerja di lapangan. Kedua lokasi tersebut sebelumnya terdampak luapan Sungai Dengkeng yang menyebabkan genangan air di permukiman warga, fasilitas umum, serta lahan pertanian.
Kegiatan gotong royong melibatkan unsur Polres Klaten, jajaran Polsek Rayon Pedan dan Delanggu, BPBD Kabupaten Klaten, BBWS Bengawan Solo, SAR Kabupaten Klaten, PMI, Tagana, relawan, perangkat desa, serta masyarakat sekitar. Sinergi lintas instansi ini dilakukan sebagai upaya percepatan pemulihan infrastruktur sekaligus meminimalkan risiko banjir susulan.
Kasihumas Polres Klaten menjelaskan bahwa kerja bakti tersebut merupakan bentuk respons cepat jajaran kepolisian bersama instansi terkait dalam membantu masyarakat terdampak bencana alam.
“Polres Klaten bersama instansi terkait melaksanakan apel dan langsung bergerak melakukan kerja bakti perbaikan tanggul jebol di wilayah Cawas. Kegiatan ini menjadi bentuk sinergi kepolisian dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dalam upaya percepatan penanganan dampak banjir,” ujar Kasihumas Polres Klaten.
Ia menambahkan, perbaikan tanggul menjadi prioritas utama mengingat kerusakan yang terjadi sebelumnya menyebabkan air sungai meluap hingga merendam permukiman warga dan lahan pertanian.
“Fokus penanganan saat ini adalah memperkuat tanggul yang jebol agar tidak kembali menyebabkan luapan air ke permukiman warga. Polres Klaten terus berkoordinasi dengan BPBD, BBWS, serta relawan untuk memastikan langkah penanganan berjalan optimal,” jelasnya.
Sementara itu, kondisi pengungsian warga terdampak banjir juga mengalami perkembangan positif. Seluruh warga yang sebelumnya mengungsi di Posko Utama Gedung Serbaguna Cawas maupun di lokasi pengungsian lainnya kini telah kembali ke rumah masing-masing seiring surutnya genangan air di wilayah terdampak.
Dengan berakhirnya masa pengungsian, posko utama kini difokuskan untuk mendukung operasional penanganan tanggul jebol serta distribusi logistik bagi warga terdampak. Aparat kepolisian bersama unsur terkait tetap bersiaga untuk mengantisipasi potensi banjir susulan.
Polres Klaten memastikan kegiatan kemanusiaan ini akan terus dilakukan hingga kondisi tanggul benar-benar aman dan masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal. Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana.



